Kamis, 18 Oktober 2007

e-SCM di d'Cost Kemang

Sehubungan dengan pentingnya ketepatan waktu dalam rangka menjamin kepuasan konsumen maka produsen harus menjamin tersedianya kebutuhan konsumen secara cepat dan berkualitas. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka terciptalah sistem SCM atau yang dikenal dengan Supply Chain Management yang pada akhirnya semakin berkembang menjadi e-SCM di mana e-SCM adalah suatu perencanaan, pengorganisasian, pengaturan dan pengawasan atas aliran material dengan perantara elektronik sehingga menciptakan rantai yang dimulai dari supplier bahan baku menuju ke produsen untuk diproses selanjutnya barang jadi dikirim ke distributor (grosir dan eceran) dan konsumen. Tujuannya adalah memaksimalkan nilai dan meminimalkan biaya.

Dalam penelitian e-SCM kami melakukan kunjungan untuk meneliti restoran D-cost yang berlokasi di daerah Kemang. D-cost merupakan suatu restoran yang menyediakan masakan seafood dengan motto “mutu bintang lima harga kaki lima” dimana berarti harga yang mereka tawarkan lebih murah dibanding restoran lain yang berlokasi di kemang, tetapi setelah kami cicipi, harga makanan yang ditawarkan bila dibandingkan dengan harga restoran seafood lain di Jakarta tergolong relatif mahal karena porsi yang diberikan relatif kecil. Berikut penilaian kelompok kami terhadap restoran d-cost secara keseluruhan.
e-SCM (Supply Chain Management)

Kriteria Penilaian


Supplier : Kesegaran bahan **
Kelengkapan menu ***
Manufacture : Waktu proses ***
Rasa makanan **
Tampilan makanan ***
Service : Kecepatan melayani ****
Keramahan ***
Ketelitian **
Suasana restoran ***
Kebersihan *

Keterangan :
* : Buruk
** : Kurang
*** : Cukup
**** : Baik
***** : Sangat Baik

Sistem e-SCM yang digunakan oleh restoran d-cost dilakukan dengan cara pencatatan pesanan pelanggan menggunakan PDA yang bersistem WiFi. Ketika pesanan tersebut dicatat, data-data tersebut langsung dikirimkan ke beberapa bagian yang meliputi : dapur, kasir, bar dan office. Sehingga pelayanan yang mereka berikan dapat menjadi lebih cepat karena terhubung secara digital dan berjaringan secara online dengan menggunakan internet. Hal tersebut juga berhubungan dengan kepuasan pelanggan dimana pastinya pelanggan menginginkan servis yang sangat cepat. Selain itu e-SCM dapat diterapkan pada hubungan antara restoran dengan supplier sehingga dapat menjamin ketersediaan dan kesegaran bahan baku. Tetapi pada pelaksanaannya, hubungan antara restoran d-cost dengan suppliernya kurang terlaksana dengan baik. Terbukti dengan habisnya beberapa menu ketika kami berkunjung kesana serta kurang segarnya makanan yang dihidangkan. Kesalahan pada pemesanan dan masalah kebersihan juga perlu dikurangi agar tidak mengurangi penilaian konsumen.

Tidak ada komentar: